Polisi Ungkap Prostitusi Online Libatkan Pemandu Karaoke Bertarif Rp 900 Ribu di Mojokerto

Polisi Ungkap Prostitusi Online Libatkan Pemandu Karaoke Bertarif Rp 900 Ribu di Mojokerto – Praktek prostitusi sertakan pemandu karaoke di Kota Mojokerto sukses dibongkar. Muncikari dalam perkara ini menempatkan tarif Rp 900 ribu untuk sekali kencan.

Terungkapnya praktek prostitusi ini bermula dari penggerebekan satu diantara kamar hotel di Bypass Mojokerto, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Rabu (27/3) waktu 21. 30 WIB.

Kala mengerjakan penggerebekan, polisi terasa NS alias VI (35) , tengah terjalin tubuh dengan pria berinisial AW. NS adalah janda dua anak yang sesehari berubah menjadi pemadu karaoke di Kota Onde-onde.

Pada petugas, NS mengakui dipasarkan oleh seseorang muncikari berinisial ED alias Ibu, masyarakat Jalan Tirta Swam, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Wanita berumur 41 tahun ini pegawai satu diantara karaoke di Kota Mojokerto. Polisi lantas tangkap ED pada tempat kerjanya dalam hari yang sama.

” Terduga ED menyambungkan konsumen laki laki dengan si wanita, kapasitasnya memfasilitasi praktek prostitusi ini, ” kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Sigit Dany Setiyono kala jumpa wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Jumat (29/3/2019) .

Ia menuturkan, praktek prostitusi ini tdk gunakan modus transaksi dengan cara online. Menurutnya, mucikari ED terima pesanan dari AW kala bersua pada tempat kerjanya. Menurutnya, AW serta ED udah lama sama sama tahu. Sebab AW konsumen setia karaoke tempat ED kerja.

Sesudah memperoleh pesanan dari AW, lanjut ia, ED selanjutnya menjumpai NS alias VI dalam sesuatu cafe di Kota Mojokerto, Selasa (26/3) seputar waktu 23. 30 WIB. ED menawari NS supaya ingin memberikannya service sex pada pria hidung belang. Gayung lantas bersambut, NS bersedia untuk dipasarkan ED. Malam hari setelah itu, NS menjumpai pria hidung belang berinisial AW di hotel yang ada pada Jalan Bypass Mojokerto.

” Menurut info terduga (ED) , tarifnya Rp 900 ribu untuk sekali kencan short time. Dari nilai itu, ED memperoleh imbalan Rp 400 ribu, ” terangnya.

Pada penyidik, kata Sigit, ED mengakui baru sekali menjual pemandu karaoke pada pria hidung belang. Menurutnya, pemandu karaoke yang tinggal di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto itu nekat jual diri untuk menghidupi ke-2 anaknya.

” Motifnya ekonomi, ia single parent dengan dua anak, ” jelasnya.

Kecuali mengamankan ED serta NS, polisi pun mengambil alih beberapa tanda bukti. Di antaranya berbentuk cover bed, selimut, handuk, beberapa kondom, uang Rp 900 ribu, dan 2 telephone seluler. Terduga ED dijaring dengan Masalah 2 ayat (1) UU RI No 21 tahun 2007 perihal Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

” Bahaya hukumannya optimal 15 tahun penjara, ” jelasnya.